Articles

PUCEL

Delapan aspek dalam branding

Perbedaan brand dan branding: brand adalah merk sebuah produk, sedangkan branding adalah cara memperkenalkannya. Selain untuk memperkenalkan produk baru, branding juga bisa digunakan untuk mengingatkan kembali sebuah brand agar orang-orang tidak melupakannya. Ada delapan aspek penting dalam branding, yaitu produk, logo, indentitas, tagline, pengiklanan, maskot, servis, dan janji. Dari semua aspek tersebut, yang terpenting adalah produk, logo, dan identitas.

Ada tiga jenis logo, yaitu logo yang hanya berupa gambar, hanya tulisan, dan gambar sekaligus tulisan. Yang paling baik untuk digunakan adalah gambar sekaligus tulisan. Dalam membuat logo, yang terpenting adalah menggambarkan apa yang dijual dari merk tersebut. Logo juga bisa diambil dari nama produk, seperti huruf M yang diambil dari brand McDonald’s. Nama brand tersebut diambil dari nama belakang dua pendiri restoran tersebut, yaitu Richard McDonald dan saudaranya Maurice McDonald.

Maskot digunakan untuk memperkenalkan produk melalui karakter yang disukai banyak orang. Maskot juga bisa digunakan sebagai ciri khas suatu brand. Desain maskot harus mencerminkan kepribadian dari brand yang diwakilinya.

Janji juga bisa digunakan untuk mendukung branding, seperti misalkan di restoran KFC tertulis, ‘Kami akan selalu melayani pelanggan dengan senyuman dan keramahan’, dan sejenisnya. Selain itu produk ini juga harus dapat menyediakan berbagai layanan.

Bentuk kemasan suatu produk haruslah menggambarkan isi dan manfaat dari produk tersebut. Kemasan produk  juga bisa digunakan untuk menentukan sasaran pelanggan. Karena itu, bentuk dan kemasan produk pun harus berbeda-beda agar orang juga dapat memilih. Sebagai contoh, laki-laki membeli parfum dengan kemasan berwarna hitam dan perak.

Pengiklanan dapat dilakukan dengan media cetak dan media elektronik. Sekarang ini orang lebih banyak melakukan pengiklanan di media elektronik, mengingat sekarang orang selalu membawa gadget kemana-mana. Tagline merupakan salah satu contoh bentuk periklanan yang ditujukan untuk orang yang tidak bisa melihat. Setelah mendengar suatu tagline, orang-orang akan teringat pada suatu produk. Namun, tidak seperti dulu, sekarang kita tidak bisa hanya mengandalkan iklan saja agar produknya laku, mengingat banyaknya brand yang menjual produk yang sama. Karena itu kita harus bisa memaksimalkan delapan aspek yang ada.

Untuk memaksimalkan delapan aspek tersebut, tentunya kita memerlukan sebuah tim. Tim ini juga bisa membantu dalam pembuatan logo. Dalam membuat logo, kita harus membuat banyak pilihan. Hal tersebut dilakukan agar kita bisa mendiskusikannya juga dengan tim, mana logo terbaik yang akan digunakan. Selain itu, delapan aspek dalam branding tersebut bisa dapat menjamin kesetiaan pelanggan dalam membeli suatu produk.

E-mail me when people leave their comments –
PUCEL

Alwin Wiryawan

You need to be a member of Pusat Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Podomoro University to add comments!

Join Pusat Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis Podomoro University